Langsung ke konten utama

Postingan

Menikmati mentari pagi

Pagi pagi jam 05.55 saya keluar kosan menuju jalan raya yang masih sepi, belum ada kehidupan uabg berarti disana. Kemudian saya menemukan segerombolan rumput dan saya petik sehingga menjadi sebuah gambar yang cantik. Happy weekend yeorobun~~

Takut

Disebuah acara pencarian jodoh kakakku, kamu datang bersama temanmu, memainkan piano klasik dengan lagu depapepe, aku hanya penasaran.dan bingung untuk apa murid melamar gurunya, tak ku sangka yang terpilih adalah dirimu, Kamu menikah dengan kakak ku dan memiliki satu anak. Dikosan kakakku sedang liburan, dan aku bertemu lagi dengan dirimu, kamu mendekatiku seperti tak pernah ada yang terjadi pernikahan, entah kamu menikah dengan kakak ku atau tidak , karena saat diputuskan kamu yang tepilih oleh ayahku, aku shock dan kabur dari rumah. Aku tahu kakakku sudah melahirkan, dan saat anaknya rewel kamu juga yang menenangkan, dan saat itu hatiku kembali sakit, sakit saat ingat bagaimana dulu aku diam diam menyukaimu, sakit saat aku terlalu berharap padamu, sakit saat ayahku memilihmu menjadi calok kakakku. Disaat yang sama dikosan, aku yang merasa gugup, pingsan dan tak sadarkan diri, bersama dengan kakak tingkat, kamu bercerita bagaimana dahulu kamu bersama ku saling bertukar kode kode,...

(Again) Who are you

Siapa lagi kamu? Berboncengan berdua menuju metro, bahkah sudah mendapatkan izin orang tua, siapakah kamu? Bahkah pulang malampun tak apa, siapakah kamu? Rela kamu tinggal disebuah pondok pun tak apa,siapakah kamu? Kita bahkah tidak duduk berdua, siapakah kamu? Berbadan besar, siapakah kamu? Siapa kalian semua, bahkan setelah melihat wajah kalian akupun tak kenal, hanya dia yang aku ingat wajahnya , sangat ingat aku saat pertama kali melihat matanya, hidungnya, bibirnya, tapi aku yakin kalian bukanlah dia.